Pengangguran Terbuka di Sulteng Sebanyak 58,73 ribu orang.
Kamis, 6 Mei 2021 15:30 WIB
Share
Ilustrasi pixabay

PALU, SULTENG.POSKOTA.CO.ID -  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Februari 2021, tercatat  sebanyak 3,73 persen atau mencapai 58,73 ribu orang.

"Artinya, dari 100 orang angkatan kerja terdapat 4 orang penganggur," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Dumangar Hutauruk dalam rilis yang diterima sulteng.poskota.co.id, Kamis 6 Mei 2021.

Dia merinci, tingkat pengangguran terbuka di Sulteng sebesar 3,73 persen atau naik 0,8 persen poin dibandingkan Februari 2020 sebesar 2,93 persen, namun pengalami penurunan 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2020 sebesar 3,77 persen.

Sementara dari jenis kelamin, tingkat pengangguran laki laki lebih tinggi di bandingkan tingkat pengangguran perempuan. Terlihat pada Februari 2021, TPT laki-laki sebesar 4,23 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 2,91 persen.

TPT laki-laki mengalami peningkatan baik dibandingkan dengan Februari 2020 maupun Agustus 2020 yakni sebesar 1,43 persen poin dan 0,32 persen poin. Sedangkan TPT

“perempuan mengalami penurunan baik dibandingkan dengan Februari 2020 maupun Agustus 2020 yakni sebesar 0,23 persen poin dan 0,62 persen poin," jelasnya.

Kepala BPS Sulteng menyebutkan, tingkat penggangguran di Sulteng, dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, sehingga banyak penduduk usia kerja yang menganggur  ataupun berhenti bekerja karena covid-19.

Menurutnya, penduduk usia kerja yang terdampak Covid- 19 pada Februari 2021 di Sulteng, sebanyak 133,88 ribu orang, mengalami penurunan sebanyak 95,03 ribu orang atau sebesar 41,51 persen dibandingkan dengan Agustus 2020.

Sementara komposisi penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang terdampak Covid-19 terdiri dari 5,46 ribu orang pengangguran karena Covid-19, 280 orang Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19, 5,45 ribu orang sementara tidak bekerja karena Covid-19, dan 122,69 ribu orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19.

"Keempat komponen tersebut mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2020. Penurunan terbesar adalah komponen penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 80,23 ribu orang," terangnya. (Katrin)

Reporter: Katrin
Editor: Ruslan Sangadji
Sumber: -