Ada Bau Busuk di Proyek TTG Donggala, Ketua DPRD Melapor ke Kejati Sulteng

Jumat, 11 Juni 2021 14:03 WIB

Share
Ketua DPRD Donggala, Takwin menyerahkan dokumen rekomendasi Pansus DPRD terkait dugaan korupsi proyek pengadaan perlengkapan TTG (Foto: Rendy/Pos Kota Sulteng)
Ketua DPRD Donggala, Takwin menyerahkan dokumen rekomendasi Pansus DPRD terkait dugaan korupsi proyek pengadaan perlengkapan TTG (Foto: Rendy/Pos Kota Sulteng)

PALU, SULTENG.POSKOTA.CO.ID - Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Takwin, melaporkan adanya dugaan korupsi pembelian peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG). Salah satu pelaksana proyek itu adalah CV Mardiana.

"Pansus DPRD Donggala melaporkan dugaan penyelewengan itu. Maka hari ini, kami datang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk meneruskan laporan tersebut," jelas Takwin.

Harapannya, kata dia, pihak Kejati Sulteng dapat menindaklanjuti laporan Pansus DPRD itu, agar menjadi terang benderang.

Menurut Ketua DPRD Donggala, pihaknya juga telah menyurat ke Bupati Donggala, Kasman Lassa, agar memberikan penjelasan terkait proyek TTG itu. 

"Kami sudah menyurat ke Bupati dan pertemuan akan dilaksanakan pada 22 Juni nanti,"  kata Takwin.

Mantan Ketua Pansus DPRD Donggala, Moh Taufik, menjelaskan, ada monopoli pada pengadaan alat-alat  TTG yang dilakukan di 98 desa. Salah satu perusahaan yang melaksanakan proyek itu adalah CV Mardiana.

"Terjadi monopoli yang dilakukan oleh CV Mardiana. Indikatornya, dari 98 desa, hanya satu perusahaan itu saja yang melaksanakannya," ucapnya.

Taufik menduga, pemerintah daerah ikut berperan dalam proyek yang menggunakan alokasi dana desa. Padahal, alokasi dana desa itu seharusnya digunakan untuk pencegahan Covid19, padat karya dan Bantuan Langsung Tunai.

"Yang terlibat itu dari inspektorat sampai ke tingkat Camat. Mereka mengarahkan kepala desa dalam proyek tersebut," jelas Taufik.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulteng, Reza Hidayat mengatakan akan mempelajari laporan dari DPRD Donggala itu.

Halaman
Reporter: Rendy Zulkarnaen
Editor: Ruslan Sangadji
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar