Ini Jenis Vaksin yang Haram, Tapi Tunggu Fatwa Resmi MUI

Kamis, 2 September 2021 01:08 WIB

Share
VAKSIN - Ilustrasi warga Palu sedang menerima vaksin Covid-19 (Foto: Katrin/Poskota Sulteng)
VAKSIN - Ilustrasi warga Palu sedang menerima vaksin Covid-19 (Foto: Katrin/Poskota Sulteng)

JAKARTA, POSKOTA SULTENG –  Wakil Ketua Dewan Halal Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhamad Nadratuzzaman Hosen menegaskan, jenis vaksin Covid-19 yang dinyatakan haram karena memiliki kandungan babi di dalamnya, yakni  Pfizer-BioNTech, Moderna dan juga AstraZeneca.

"Ya ada unsur unsur babi. Itu najis, jadi dinyatakan haram," tegas Muhamad Nadratuzzaman.

Meski begitu, MUI menegaskan jenis vaksin tersebut masih dapat digunakan,  karena  dalam kondisi pandemi Covid-19 tergolong dalam keadaan darurat.

“Pfizer dan AstraZeneca itu haram. Tapi boleh digunakan karena keadaan darurat," ucapnya.

Lantaran itu, Nadratuzzaman mengimbau kepada seluruh umat Islam, untuk tidak lagi khawatir menggunakan vaksin Pfizer dan AstraZeneca, apalagi vaksinasi itu dilakukan demi ikhtiar bersama umat Islam mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Menurut Nadratuzzaman, MUI tetap memegang penuh prinsip rukhsah atau keringanan dalam fatwanya tentang vaksin. Prinsip itu demi bisa melindungi nyawa yang dianggap sangat penting saat pandemi Covid-19 ini.

"Haram tapi boleh digunakan, karena darurat dan kebutuhan," jelasnya.

Walau begitu, katanya, MUI belum mengeluarkan fatwa resmi tentang vaksin Pfizer dan AstraZeneca yang haram, tetapi secepatnya akan segera dirilis ke publik.

“MUI sudah punya fatwa itu, tapi sekarang sedang dilengkapi dan diperiksa kembali narasinya. Segera setelah itu, akan dirilis ke publik. Tidak apa-apa digunakan, itu menjadi tanggung jawab MUI di akhirat kelak,” kata Wakil Ketua Dewan Halal MUI itu. *

Berita ini telah dimuat di: https://poskota.co.id/2021/08/30/merinding-mbak-you-sempat-buat-ramalan-yang-mengerikan-di-bulan-september-2021-langit-bakal-terbelah-dua

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar