Ini Kuncinya untuk Pencapaian Target 100 Juta Dosis Suntikan Vaksin di Indonesia

Kamis, 2 September 2021 00:22 WIB

Share
VAKSINASI - Ilustrasi seorang perempuan sedang divaksin (Foto: Rendy/Poskota Sulteng)
VAKSINASI - Ilustrasi seorang perempuan sedang divaksin (Foto: Rendy/Poskota Sulteng)

JAKARTA, POSKOTA SULTENG – Persediaan vaksin menjadi kunci pencapaian target 100 juta dosis suntikan vaksin di Indonesia. Kolaborasi dengan banyak pihak, juga mendorong semakin luasnya cakupan vaksinasi.

“Sejak Januari hingga Juni 2021, jumlah vaksin yang diterima terus meningkat. April tersedia 20 juta dosis dan Juli menyentuh 40 juta dosis,” kata Juru Bicara Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara virtual di Jakarta, Rabu, 1 September 2021.

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Indonesia pada Juli hingga Agustus 2021, telah menerima sekitar 50 sampai 65 juta dosis vaksin. Jumlah itu banyak dan terus meningkat sehingga harus digunakan untuk menghabiskannya.

"Semoga target vaksinasi untuk 208 juta penduduk Indonesia bisa tercapai. Itu harapan kami," katanya.

Untuk mempercepat dan memperluas vaksinasi, Kementerian Kesehatan menggandeng  TNI, Polri, BUMN, swasta, organisasi masyarakat dan juga organisasi keagamaan untuk bersama-sama melakukan vaksinasi.

"Kita akan bukan lebih banyak pusat vaksinasi,” ujarnya.

 Untuk tujuan itu, Siti Nadia Tarmizi memastikan Kemenkes akan mendistribusi  vaksin ke seluruh Indonesia dalam setiap  pekan, sesuai dengan stok vaksin yang dimiliki.

Vaksin akan didistribusikan ke seluruh provinsi, dan akan dibagi ke 514 kabupaten/kota,” sebutnya.

Tentunya, kata dia, distribusi vaksin itu  dengan mempertimbangkan proporsi jumlah pendudukseperti Provinsi di Jawa dan Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara yang memiliki jumlah penduduk besar mendapatkan alokasi lebih besar. *

Reporter: Ruslan Sangadji
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar