Kasus Pembunuhan Bocah Nugi di Poso Akhirnya Terungkap. Pelaku Tercancam Hukuman Mati

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:04 WIB

Share
Kasus Pembunuhan Bocah Nugi di Poso Akhirnya Terungkap. Pelaku Tercancam Hukuman Mati
TERUNGKAP - Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf memberikan keterangan pers mengenai terungkapnya pelaku pembunuhan Bocah Nugi. Peristiwa pembunuhan itu terjadi beberapa bulan lalu di Pamona Timur (Foto: Humas Polres Poso)

POSO, POSKOTA SULTENG – Setelah sekian lama, akhirnya polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan bocah Nugi di Desa Tolambo, Kecamatan Pamona Tenggara, Kabupaten Poso, April 2021 silam.

Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, menjelaskan, pelaku pembunuhan bocah tersebut berinisial GL (33 tahun), beralamat di Desa Matialemba, Kecamatan Pamona Timur, Poso. 

"Berdasarkan penyelidikan yang mendalam dan barang bukti serta petunjuk yang ada, ditetapkan satu orang tersangka pembunuhan berinisial GL," beber Kapolres Poso, Jumat 15 Oktober 2021.

Rentrix menjelaskan,  pelaku dikenakan Pasal 340 Undang-UndangPerlindungan Anak, dengan hukuman kurungan penjara 20 tahun dan hukuman paling berat  penjara seumur hidup.

"Akan kami lalukan pemeriksaan kembali  terhadap tersangka dan saksi, melakukan rekontruksi apabila ada perkembangan lebih lanjut kami akan sampaikan kembali," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Poso, IPTU Dicky Armana Surbakti, mengatakan, tempat kejadian perkara berada di tempat yang minim pemukiman penduduk. Sehingga membuat pengungkapan kasus ini terbilang cukup lama.

"Penyidik kami sangat berhati-hati dalam melakukan penyidikan agar benar-benar diketahui siapa pelakunya," kata Dicky.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan uji laboratorium forensik di Makassar, Sulawesi Selatan. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah  pemeriksaan terhadap pria berinisial GL itu.

Dicky mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak main hakim sendiri, karena kasus tersebut  merupakan kriminal murni.

"Yang bersangkutan saat ini telah kami tahan dan melakukan proses selanjutnya," tutupnya.

Halaman
Reporter: Rendy Zulkarnaen
Editor: Ruslan Sangadji
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar