Vaksinasi Lansia di PMI Masih Rendah. Ini Penyebabnya

Minggu, 21 November 2021 14:12 WIB

Share
VAKSINASI - Suasana vaksinasi di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah di Jalan Kartini, Palu, Sabtu, 20 November 2021 siang (Foto: ochan/Poskota Sulteng)
VAKSINASI - Suasana vaksinasi di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah di Jalan Kartini, Palu, Sabtu, 20 November 2021 siang (Foto: ochan/Poskota Sulteng)

PALU, POSKOTA SULTENG - Penanggung jawab vaksinator Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah, Amyadin mengungkapkan jumlah pemberian vaksinasi Covid-19 kepada kelompok lanjut usia (lansia) di Markas PMI Sulteng masih rendah.

Penyebabnya, karena kondisi kesehatan lansia saat pelaksanaan vaksinasi tak memenuhi syarat sehingga tak lolos screening kesehatan. Rata-rata memiliki penyakit bawaan, atau masih menjalani pengobatan.

"Banyak kelompok lansia yang datang untuk vaksinasi, tapi kebanyakan dari mereka tak bisa divaksin, karena tak lolos screening kesehatan," ungkap Amyadin kepada Poskota Sulteng, Minggu, 21 November 2021.

Tak hanya penyakit bawaan, Amyadin menambahkan, kondisi maupun kekuatan fisik lansia yang lemah juga menjadi penyebab tak bisa dilakukannya vaksinasi Covid-19.

"Kami juga melihat kondisi fisik dari kelompok lansia ini. Jika mereka tak mampu lagi menaiki minimal 10 anak tangga, atau berjalan sejauh 200 meter maka kami tak bisa memberikan vaksin," jelasnya.

 

Penanggung jawab vaksinator PMI Sulteng, Amyadin (Foto: Katrin/Poskota Sulteng)

Sementara bagi lansia yang masih memenuhi syarat, namun terkendala kondisi medis yang ringan, maka pelaksanaan vaksin dapat ditunda hingga kondisi lansia membaik.

Berdasarkan data terkini PMI Sulteng, bahwa sejak gelar vaksin PMI 25 September 2021 hingga 20 November 2021 tercatat sebanyak 4.123 warga yang telah divaksin. Dari jumlah itu, hanya 126 orang atau 3,27 persen lansia yang telah divaksinasi Covid-19.

"Hal ini menunjukan rendahnya vaksinasi Covid-19 terhadap lansia, meskipun mereka inilah yang menjadi kelompok prioritas," imbuhnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar