Pemkot Palu Siapkan Aturan Pengetatan Jelang Nataru

Rabu, 8 Desember 2021 21:45 WIB

Share
Pemkot Palu Siapkan Aturan Pengetatan Jelang Nataru
Wakil Wali Kota Palu, Reny A. Lamadjido (Foto: Katrin/Poskota Sulteng)

PALU, POSKOTA SULTENG - Pemerintah Kota Palu sedang menyiapkan aturan pengetatan kegiatan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). 

Wakil Wali Kota Palu, Reny Lamadjido mengungkapkan, pengetatan kegiatan masyarakat jelang Nataru tetap akan merujuk pada aturan Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level sebelumnya, meskipun terdapat perubahan tergantung pada kondisi penanganan Covid-19 di Kota Palu 

"Tentu akan merujuk pada aturan Kemendagri. Aturan itu sudah ada, tapi kita lagi menunggu dulu," Kata Reny, Rabu, 8 Desember 2021.

Wawali Reny menjelaskan, beberapa pengetatan yang nantinya dilakukan, antara lain dengan memberlakukan pembatasan jam operasional hingga volume pengunjung pusat perbelanjaan. 

Tak hanya itu, pelaksanaan Operasi Yustisi jelang Nataru akan lebih diketatkan, mengingat mobilitas masyarakat tentu akan meningkat pada libur perayaan Natal dan Tahun baru 2022

"Operasi Yustisi kita mulai ketatkan lagi. Kemungkinan pengurangan jam buka usaha, atau pembatasan volume pengunjung juga kita berlakukan," jelasnya. 

Meski dengan aturan pengetatan jelang Nataru, Reny mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 terus digencarkan, Ia pun menargetkan cakupan vaksinasi Kota Palu dapat mencapai 80 persen jelang akhir Desember 2021.

"Kita tidak pernah merubah aturan yah, hanya saja kita lebih meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19. Desember ini kita bisa mencapai 80 persen," terang Reny. 

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah itu juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan, guna mencegah penularan Covid-19. Terlebih saat meningkatnya mobilitas masyarakat jelang nataru. 

"Prokes itu sangat berpengaruh, ketika kita langgar prokes itu berbahaya. Nataru itu tidak gampang, nataru itu liburnya yang enak-enakan, ada pertemuan sana sini,
jangan sampai kita dapat gelombang ke tiga," pungkasnya. (Katrin)

Reporter: Katrin
Editor: Ruslan Sangadji
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar