Presiden Jokowi Resmikan Dua PLTA Milik Kalla Group

Jumat, 25 Februari 2022 19:41 WIB

Share
Presiden Jokowi Resmikan Dua PLTA Milik Kalla Group
RESMIKAN PLTA - Presiden Jokowi meresmikan dua PLTA milik Kalla Group di Poso dan Toraja (Foto: Biro Pers Media dan Informasi Setpres)

PALU, POSKOTA SULTENG - Presiden RI Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy berkapasitas 515 Megawatt dan PLTA Malea Energy Tana Toraja Kapasitas 90 Megawatt, Jumat, 25 Februari 2022.

Acara peresmian dua PLTA milik Kalla Group tersebut, dipusatkan di PLTA Poso Energy, Poso, Sulawesi Tengah. 

Presiden mengatakan, pembangunan pembangkit listrik tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendukung proses transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT).

“Pagi hari ini saya sangat senang sekali karena kita semuanya akan meresmikan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Ini adalah energi hijau, berarti adalah EBT (energi baru terbarukan),” ujar Presiden mengawali sambutannya.

Jokowi menegaskan, secara global, semua negara diminta untuk berkomitmen menggeser pemakaian energi fosil utamanya batu bara menuju ke energi hijau.

Indonesia sendiri, kata Presiden, memiliki potensi energi mencapai 418 Gigawatt, baik berupa hydropower, geotermal, tenaga surya, angin, tidal, hingga panas permukaan air laut.

“Semuanya ada di negara kita. Hanya bagaimana kita bisa menggeser dari yang coal/batu bara ini kepada energi hijau. Ini juga bukan pekerjaan yang mudah, karena sudah terlanjur banyak sekali PLTU kita,” ujarnya.

Presiden mengungkapkan, Indonesia juga telah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen di tahun 2030, serta nol emisi karbon di tahun 2060 mendatang. 

“Target-target seperti ini yang tidak mudah dikejar. Karena memang antara pertumbuhan permintaan dan pertumbuhan listrik harus terus diseimbangkan. Jangan sampai ada kelebihan pasok dari PLN sehingga membebani dari PLN,” terangnya. 

Jokowi juga mengingatkan jajaran terkait, terutama PLN untuk membenahi sistem birokrasi yang ada sehingga dapat mendukung pengembangan EBT di Tanah Air.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar