Pedagang di Pasar Bambaru Palu Keluhkan Pungutan Retribusi, AC Mati dan Sepi Pembeli

Rabu, 2 Maret 2022 15:27 WIB

Share
Pedagang di Pasar Bambaru Palu Keluhkan Pungutan Retribusi, AC Mati dan Sepi Pembeli
PASAR BAMBARU - Suasana di dalam Pasar Bambaru (Foto: Katrin/Poskota Sulteng)

PALU, POSKOTA SULTENG - Sejumlah pedagang di Pasar Modern Bambaru mengeluhkan pungutan tarif retribusi pasar yang ditagih setiap bulan. 

Menurut pedagang, penarikan retribusi dinilai memberatkan, lantaran sejak pembukaan Pasar Modern Bambaru pada akhir Januari 2022 hingga kini masih sepi pembeli. Sedangkan mereka harus mengeluarkan biaya retribusi sewa lapak, retribusi harian, dan juga listrik tiap bulannya. 

"Seharusnya pemerintah berikan keringanan ke kami. Pasar ini kan masih baru, masih sepi pembelinya," terang Ny. Nilam, salah seorang pedang aksesoris di Pasar Bambaru, Rabu, 2 Maret 2022.

Nilam mengatakan, belum cukup sebulan ia berjualan, ia sudah harus membayar sejumlah retribusi harian dan retribusi kebersihan sebesar Rp90 ribu per bulan. Belum ditambah dengan sewa lapak sebesar lebih Rp1 juta. 

Nilam mengaku keberatan dengan pungutan retribusi tersebut, apalagi dalam sehari kadang ia tak ada pemasukan karena sepi pembeli. 

"Kadang seharian kita di sini tidak ada pembeli. Kadang nanti tiga hari kemudian baru ada lagi yang laku. Masalahnya juga masih banyak lapak yang kosong, belum isi tempat jualannya, makanya sepi," imbuhnya. 

Ny. Sita (45 tahun) salah seorang pedagang pakaian di Bambaru juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku keberatan dengan penarikan retribusi oleh petugas pasar. 

"Saya baru berapa hari buka lapak di sini, eh sudah ditagih retribusi, malah diminta bayar dua bulan sekalian, padahal belum satu minggu saya jualan," keluhnya. 

Menurut Sita kurangnya pembeli yang datang, lantaran tak ada promosi terkait keberadaan pasar modern Bambaru. Kata Sita masih banyak masyarakat yang kurang tau dengan nama Pasar Modern Bambaru lantaran sebelumnya lebih populer diketahui dengan nama Pasar Tua. 

"Masih banyak temanku yang tanya, dimana itu Pasar Moderen Bambaru. Ternyata mereka taunya pasar Tua bukan Bambaru," tuturnya. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar