Minyak Goreng Sawit Langka dan Mahal, Warga Beralih ke Minyak Kelapa

Senin, 21 Maret 2022 15:52 WIB

Share
Minyak Goreng Sawit Langka dan Mahal, Warga Beralih ke Minyak Kelapa
MINYAK KELAPA - Usaha rumahan minyak kelapa di Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Foto: Katrin/Poskota Sulteng)

PALU, POSKOTA SULTENG - Kelangkaan minyak goreng sawit di pasaran, ternyata menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha minyak kelapa asli. Sejak beberapa pekan terakhir, minyak kelapa asli atau biasa disebut minyak kampung menjadi pilihan alternatif bagi sebagian masyarakat. 

Hal ini tentu membawa berkah bagi pelaku usaha minyak kelapa asli. Rizal (39) seorang di antara pelaku usaha itu.

Rizal yang juga seorang Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) ini, memiliki usaha rumahan untuk memproduksi minyak kelapa kampung. Ia mengaku penjualan minyak kelapa kampung miliknya meningkat sejak langka dan mahalnya minyak goreng sawit di pasaran. 

"Memang ada yang berbeda, permintaan minyak goreng kelapa kampung saat ini memang naik dari biasanya, apalagi saat minyak goreng sawit langka di pasaran," Ungkap Rizal, Ahad 20 Maret 2022.

Rizal mengatakan, ia tak sendiri memproduksi minyak kelapa. Beberapa warga lainnya, yang tergabung dalam kelompok UKM Kalukubelo, di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, uga memproduksi minyak kelapa bersama.

Proses pembuatannya juga masih secara manual dan tradisonal. Meski begitu, kata Rizal, kemasan minyak goreng dibuat premium untuk menarik minat konsumen, karena sasarannya adalah konsumen menengah ke atas.

"Harganya pun cukup terjangkau, 1 Liter minyak kelapa kampung ini dijual dengan harga Rp25 ribu, sedangkan ukuran 2 Liter di patok dengan harga Rp45 ribu", bebernya. 

Tak hanya minyak kelapa kampung, ia juga memproduksi minyak kelapa murni atau biasa disebut Virgin Coconut Oil (VCO). Berbeda dengan minyak kelapa kampung, VCO diproduksi tanpa melalui pemanasan seperti minyak kampung. Produksi VCO hanya melalui proses fermentasi lalu dipisahkan antara minyak, ampas dan airnya. 

"Kalau VCO kita jual harnganya Rp30 ribu per 300 mili liter. VCO ini lebih mahal karena kualitasnya jauh lebih baik dan lebih sehat," terangnya. 

Ia berharap, permintaan minyak kelapa kampung dapat terus meningkat, sehingga turut meningkatkan pendapatan para petani kelapa. 

Halaman
1 2
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar