Warga Palu Pawai Obor Sambut Ramadhan

Minggu, 27 Maret 2022 18:16 WIB

Share
Warga Palu Pawai Obor Sambut Ramadhan
PAWAI OBOR - Warga Palu pawai obor sambut Ramadhan (Foto: Katrin/Poskota Sulteng)

PALU, POSKOTA SULTENG - Ratusan umat Islam Kota Palu mengikuti pawai obor menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, Sabtu, 26 Maret 2022, malam. Tradisi itu kembali digelar setelah sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

Pawai Obor yang diikuti oleh sebagian besar para santri Alkhairaat dan anggota majelis pengajian itu dimulai pada pukul 20.30 Wita dengan titik kumpul di Lapangan Vatulemo, Kota Palu. 

Sambil membawa obor, rombongan para santri dan warga ini juga mengumandangkan shalawat dan dan musik religi menyambut Ramadhan. 

Para rombongan sebagian besar berjalan kaki melewati Jalan Mohamad Yamin, Juanda, Hasanudin, Gajah Mada, dan berakhir di Jalan SIS Aljufri, pelataran Pondok Pesantren Alkhairaat. Tak hanya berjalan, rombongan juga diiringi para pengendara motor.

Meski berjalan cukup jauh, para peserta pawai tetap antusias. Bahkan banyak warga yang ikut bergabung di pertengahan jalan, saat peserta pawai melalui rute pawai. 

“Pokoknya seru, tadi kita diajak sama teman, katanya ada pawai obor, jadi kita ikut nyusul saja di belakang, karena pawai sudah jalan duluan tadi," kata Dea, (17 tahun).

Pembina Himpunan Pemuda Alkhairat, Hasan Idrus Alhabsyi mengatakan, pawai obor merupakan tradisi tahunan menyambut Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Tradisi tersebut sempat terhenti lantaran pandemi Covid-19 di Kota Palu. 

"Tradisi ini baru kita adakan lagi, karena sebelumnya sempat terhenti lantaran pandemi covid-19," tuturnya. 

Pawai obor katanya juga sebagai tanda suka cita dan kesiapan warga muslim Kota Palu menyambut serta menjalankan ibadah Ramadan tahun 2022 yang tinggal beberapa hari lagi. 

Ia berharap warga Kota Palu dapat bersama-sama menjaga dan saling menghargai terutama dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 

Halaman
1 2
Reporter: Katrin
Editor: Ruslan Sangadji
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar